Sabtu, 20 April 2013

Penyuluhan Pertanian

Penyuluhan Pertanian adalah pemberdayaan petani dan keluarganya beserta masyarakat pelaku agribisnis melalui kegiatan pendidikan non formal di bidang pertanian agar mereka mampu menolong dirinya sendiri baik di bidang ekonomi, social maupun politik sehingga peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka dapat dicapai.

Selain itu Penyuluhan Pertanian adalah sistem pemberdayaan Petani dan Keluarganya melalui kegiatan pembelajaran yang bertujuan agar para Petani dan Keluarganya mampu secara mandiri mengorganisasikan dirinya dan masyarakatnya untuk bisa hidup lebih sejahtera. Petani harus diajak belajar bagaimana memelihara dan memanfaatkan sumberdaya yang ada dilingkungannya untuk kesejahteraannya yang lebih baik secara berkelanjutan. Ada pun kemampuan yang harus dimiliki Penyuluh Pertanian yaitu antara lain sebagai berikut :

1.       Kemampuan berkomunikasi
2.       Sikap penyuluh: menghayati profesinya, menyukai masyarakat sasaran, yakin bahwa inovasi yang disampaikan telah teruji
3.       Kemampuan penyuluh tentang: isi, fungsi, manfaat dan nilai-nilai yang terkandung dalam inovasi; segala sesuatu yang masyarakat suka atau tidak suka
4.       Kemampuan untuk mengetahui karakteristik sosial budaya wilayah dan sasarannya (bahasa, agama, kebiasaan, dll.)
Peran Penyuluh Pertanian adalah sebagai berikut :
1.      Sebagai fasilitator, yaitu orang yang memberikan fasilitas atau kemudahan
2.      Sebagai mediator, yaitu orang yang menghubungkan lembaga pemerintah lembaga penyuluhan dengan sasaran
3.      Sebagai dinamisator, yaitu orang yang dapat menimbulkan (menjadikan) dinamis
Sasaran Penyuluhan antara lain yaitu seseorang yang berperan sebagai partner penyuluh pertanian, bukan sebagai obyek penyuluhan, dan orientasi penyuluhan. Fungsi penyuluhan adalah memberikan informasi yang jelas dan akurat kepada petani tentang pengetahuan dan perkembngan pertanian, membantu petani memperoleh pengetahuan yang lebih terperinci tentang cara memecahkan masalah-masalah pertanian, meningkatkan motivasi petani untuk dapat menerapkan pilihan yng dianggap paling tepat, dan membantu petani menganalisis situasi yang sedang dihadapi dan melakukan perkiraan kedepan.
Tujuan penyuluhan pertanian agar pertnaian di Indonesia dapat berkembang serta dapat memajukan perekonomian dan kesejahteraan rakyat. Selain itu dapat menambah pengetahuan serta perubahan sikap yang lebih baik yang akan diambil petani untuk kedepannya.
Contoh penyuluhan pertanian yaitu, misalnya pada budidaya mentimun. Tanaman mentimun berasal dari cina bagian tengah dan barat menurut identifikasi Vavilov, kemudian di India tmur laut dan Myanmar. Timun dapat tumbuh baik didataran rendah maupun dataran tinggi, oleh karena itu didataran rendah orang masih bnyak bertanam timun, misalnya di Dramaga, dan ciomas (Bogor). Luas penanaman timun di Indonesia berkisar 13.500-17.500 ha.
Cara penyuluhan pertanian dalam membudidaya tanaman mentimun yaitu sebagai berikut ;
1. Pembibitan
a)Menyiapkan Natural GLIO dan mencampurkan dengan pupuk kandang matang, lalu didiamkan selama 1 minggu.
b)Setelah itu menyiapkan tanah halus dan pukan atau Supernasa atau Poc Nasa yang telah dicampur natural GLIO, dimana tanah berbanding pukan = 7:3 dan memasukan kedalam polybag.
c)Merendam benih dalam larutan Poc Nasa dan air hangat sebanyak 2cc atau 1 liter selama 30 menit.
d)Lalu peram selama 12 jam. Setiap benih yang berkecambah dipindahkan ke polibag sedalam 0,5-1cm.
e)Selanjutnya Polybag dinaungi plastik bening dan bibit disiram dua kali sehari.
f)kemudian disemprotkan Poc Nasa sebanyak 2cc  pada 7 hss.
g)Setelah berumur 12 hari atau berdaun 3-4 helai, bibit dipindahkan ke kebun.
2. Pengolahan Media Tanam
a)Membersihkan lahan dari gulma, rumput, pohon yang tidak diperlukan, dan memberikan kalsit/dolomit.
b)Memnyirami bibit dalam polibag dengan air
c)Selanjutnya dikeluarkan bibit bersama medianya dari polibag.
d)Setelah itu tanamkan bibit di lubang tanam dan padatkan tanah di sekitar batang.
3. Pemeliharaan Tanaman
a)Tanaman yang rusak atau mati dicabut dan segera disulam dengan tanaman yang baik.
b)Membersihkan gulma (bisa bersama waktu pemupukan).
c)Pasang ajir pada 5 hst ( hari setelah tanam ) untuk merambatkan tanaman.
d)Daun yang terlalu lebat dipangkas, dilakukan 3 minggu setelah tanam pada pagi atau sore hari.
e)Pengairan dan Penyiraman rutin dilakukan setiap pagi dan sore hari dengan cara di siram atau menggenangi lahan selama 15-30 menit.
f)Selanjutnya pengairan hanya dilakukan jika diperlukan dan diintensifkan kembali pada masa pembungaan dan pembuahan.
4. Melakukan Pemupukan
Pupuk dasar diberikan selama 4 sampai 7 hari sebelum tanam, yaitu SP-36 20gram pertanaman. Dan ZK plus 10gram pertanaman.
5. Panen
a) Ciri dan Umur Panen
Buah mentimun muda lokal untuk sayuran, asinan atau acar umumnya dipetik 2-3 bulan setelah tanam, mentimun hibrida dipanen 42 hari setelah tanam Mentimun Suri dipanen setelah matang.
b) Cara Panen
Buah dipanen di pagi hari sebelum jam 9.00 dengan cara memotong tangkai buah dengan pisau tajam.
c) Periode Panen
Mentimun sayur dipanen 5 - 10 hari sekali tergantung dari varitas dan ukuran/umur buah yang dikehendaki.
6. Pasca Panen
a)Buah timun yang siap panen disortasi dan langsung dipasarkan karena mengingat timun tidak tahan lama.
b)Biasanya timun dipasarkan dalam karung, baru setelah sampai di pasar pedagang kecil yang selanjutnya akan membagi-bagi dalam kelompok yang kecil.
c)Buah timun yang telah dipanen dapat diolah menjadi acar, lotek, asinan lalap mentah asinan atau acar dan lain-lain.
d)Timun suri biasanya untuk minuman es sirup.
Adapun manfaat dari tanaman mentimun tersebut antara lain yaitu:
1. Buahnya segar jika dimakan mentah sebagai lalab,
2. Banyak mengandung vitamin A, vitamin B, dan vitamin C.
3. Sebagai obat sariawan,
4. Perawatan kulit, dan wajah,
5. Memperlancar air seni
6. Menurunkan darah tinggi,
7. Obat Jerawat dan juga obat demam.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar